Ratu atau Kaka biasa gue panggil, dia itu teman gue dari kecil karena rumah kita yang berdekatan "Tetanggaan". Dari kecil jaman belom sekolah, yang namanya keluar rumah cman pake "Sorry" kaus dalem+celana dalem juga..trus TK walaupun beda sekolah tapi kita satu anter jemput sampai SMP. Ratu adalah cewek yang baik, cantik dan kaka yg baik. KArena gue deket juga sama adek semata wayang nya, Farhan as known as Aan.Pagi-pagi, gue bangun karena denger suara tangisan nyokap yang baru balik dari warung. otomatis-lah gue nanya kenapa, dan pas itulah nyokap bilang kalau Ratu sudah ngga ada. At that time, sumpah gue ga percaya sama sekali...karena gue belom ngeliat jenazahnya. Gue tau dia sakit Gagal Ginjal, yang katanya terlalu banyak mengkonsumsi minuman bersoda dan makanan2 yang ga sehat "nah, aware deh sekarang ma begituan....". Tapi gue tetep ga percaya sebelum gue liat jenazahnya. titik thats what i want to see, when i hear that. gue udah liat rumahnya dia dipasang tenda, bendera kuning pun juga udah kepasang, banyak orang dateng dengan isak tangis. but im still want to see her body first. sampai akhirnya, ambulance yang ngebawa jenazah teman gue tercinta ini dateng...Almarhumah meninggal di sukabumi setelah menjalani pengobatan alternatif, segala sesuatu telah di tuliskan oleh ALLAH SWT. Gue ga bisa lagi ga percaya, tappi gue juga ngga boleh nangis. karena adek gue, Aan, yang nemenin ratu ke sukabumi tiba dirumah duka lebih cepat. Gue sebagai kakak-nya harus menjaga Aan, yang sedih banget menyaksikan Kakak seibunya meninggal dan mendengar raungan sirine sepanjang perjalanan dari Salabintana, Sukabumi sampai rumah.
Gue masih mencoba menahan tangisan gue, sampai akhirnya air mata ini sudah ngga bisa lagi ditahan saat gue membacakan surat yasin disamping jenazahnya. Tubuh tanpa nyawa teman sepermainan dari kecil hingga dewasa, teman berantem, berebut mainan, sampai sharing soal cowok. Gue jadi keinget sewaktu dulu kita bersama dan gue ngga bisa nahan air mata lagi...dan gue cuman bisa berdoa sama tuhan. semoga dia diterima disisi tuhan, dan segala dosanya dihapuskan. karena gue sayang sama Ratu. Walaupun nyokapnya berusaha untuk tegar, gue yakin hatinya sangat teriris melihat kepergian putri satu-satunya pergi. Tante Ida "Nyokap-nya Almarhumah" cerita sebulan ini, dia mengabulkan semua permintaan almarhumah, mulai dari beli baju baru, sepatu baru, tas baru, perlengkapan make-up terbaru, handphone baru, dan juga pacar baru. everything was new is, become the last for her. Mungkin itu yang membuat Ratu bahagia saat kepergiannya. mata-nya terpejam seperti orang tidur, pokoknya almarhum sangat cantik hari itu. Kaka kamu cantik sekali, semoga kamu beristirahat dengan tenang disana.
Disetiap pertemuan pasti akan ada perpisahan. Rasa bahagia yang kita dapati saat pertemuan itu pasti akan terganti dengan rasa sedih dan kehilangan. namun, sebagai manusia kita hanya bisa belajar memahami dari segala rasa itu.
Kehilangan seorang teman itu ngga enak, apalagi kalau ditinggal untuk selamanya. Tapi kembali lagi yang namanya jodoh, rezeki, umur, itu semua ditangan Tuhan. Gue harus bisa mengiklaskan dan meridhoi kepergian Almarhummah Ratu untuk selamanya. And at that time when i saw her body, i know GOD more love her than us. I Let my friend rest in peace.
![]() |
| (Alm Ratu Indri Mukhlisa) |
![]() |
| Last picture of her, with her cousin Widya, her boyfriend Gusti (beside her), and her friend fahmi(down) @salabintana |
WE LOVE YOU RATU...


Tidak ada komentar:
Posting Komentar