sulit untuk diungkapkan,*walau sebenernnya 100% seneng... :p. pagi ini buka salah satu soci n ngebaca bahwa buah yang bikin gue eneg+puyeng kalau mencium baunya a.k.a DURIAN akan punah...*Huahuahuahuaaaa...akhirnya. tapi bukan punah dalam arti yang sebenernya. karena yang bakalan punah hanya DURIAN asli INDONESIA. untuk lebih lengkapnya buka aja nih link-nya. http://id.news.yahoo.com/antr/20101115/tid-durian-asli-indonesia-terancam-punah-f9ffe45.html
In Fact a lot of my familys are DURIAN LOVERS...setiap ada acara kumpul keluarga *Terutama kalau kumpulnya di Pekan Baru. pasti akan ada pesta DURIAN...nah, kalau udah mulai tuh pesta gue lebih memilih untuk menjauh -sejauh mungkin. supaya ngga mencium aroma aneh yang bikin pala gue pusing dan eneg..dan menurut penelitian gue pada beberapa keluarga gue yang termasuk dlm group durenliciouzzz itu. Rata-rata mereka ngga suka sama yang namanya "BAU TANAH" *Aroma yang keluar saat tanah kering tersiram oleh air hujan...and i'd prefer to smell it. Jadi hasil dari penelitian iseng gue adalah, orang yang ngga suka bau duren akan lebih memilih bau tanah dan para pecinta duren ngga suka bau tanah. :D
dan satu lagi penelitian gue. orang yang suka bau tanah ngga akan suka bau BENSIN. buat gue ini sama aja gue nyium aroma duren !!!
hhehehehehehe...sekian dah..riset ngaco bin ajaib versi gue dan gue mensyukuri klo AROMA duren itu menghilang tapi gue AMAT SANGAT MENYAYANGI jika salah satu produk dalam negeri *apalagi hasil tanah INDO harus PUNAH.
Senin, 15 November 2010
Kamis, 04 November 2010
PRAY for Indonesia
Belum Indonesia pulih dari kekagetan akibat bencana Air Bah yang terjadi di WAsior Papua Barat awal Oktober lalu. Yang jelas-jelas bukan akibat dari alam, namun perbuatan egois manusia yang menghancurkan Hutan dengan menebang pohon-pohon. Wasior berduka dengan kejadian itu, namun Indonesia bersedih dengan hal tersebut. Manusia memang makhluk yang egois dan tak pernah puas. Alam hanya-lah saksi bisu sebelum TUHAN benar-benar berang akibat ulah manusia. Alam menjawab kita akan kesedihannya setelah berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun dihancurkan oleh manusia. WHAT SHOULD WE DO ??? as a human i ask that to my ownself.
Senin, 25 Oktober 2010, Ibu Kota Negara Republik Indonesia diterpa bencana Banjir dimana-mana. Jalanan Ibu Kota lumpuh total akibat kemacetan yang terjadi hampir di seluruh jalan protokol. Seperti Sudirman, Kuningan , Gatot Subroto, Senopati, Mampang, dan masih banyak lagi. Hal tersebut terjadi di karenakan hujan yang mengguyur kota Jakarta sejak siang harinya, membuat beberapa titik di Ibukota Banjir. Hal tersebut membuat warga kota Jakarta menjadi berang dengan keadaan kota Megapolitan ini. Banyak warga yang baru sampai rumah hingga larut malam, bahkan sudah masuk hari berikutnya ”like my mom, she’s already at home at 00.23.” Dan memang dasar orang-orang entah alas an kecapean atau rumah kebanjiran bahkan macetnya Jakarta pun bisa dijadikan alas an untuk pada esok harinya telat dating ke kantor bahkan sampai tidak masuk kantor.
And pada esok Harinya, Indonesia kembali tertimpa musibah. Pada sore hari waktu Indonesia bagian Barat bencana kembali menimpa daerah Sumatera, tepatnya Pulau Mentawai, Sumatera Barat. Sore itu, Pulau mentawai tertimpa musibah Tsunami. Seperti yang telah di umumkan oleh BMKG bahwa daerah Menatawai akan terjadi bencana Tsunami. Namun, tetap saja banyak korban jiwa akibat bencana itu. Belum lagi mereka pulih dari trauma akibat gempa yang terjadi tahun lalu, sekarang mereka harus kembali mengalami musibah yang sangat dahsyat. Ratusan nyawa melayang, ratusan orang hilang dan masih belum diketahui keberadaanya, rumah mereka porak poranda di hantam ombak setinggi +- 3 meter, dan ribuang nyawa kehilangan segalanya. hilangnya barang berharga dapat diganti namun hilangnya nyawa semakin membuat hati mereka terpuruk, anak-anak kehilangan sekolah mereka untuk belajar, kehilangan senyum dan tawa mereka akibat bencana, para orang dewasa kehilangan semangat mereka untuk pulih, kehilangan harta benda yang mereka kumpulkan dari jerih payah mereka sejak gempa dahulu, dan sekarang kesedihan kembali menerpa mereka.
Belum hilang syok Indonesia dengan kejadian Air yang melipah di dua tempat kurang dari satu hari. Indonesia kembali berduka dengan Meletusnya gunung MERAPI, Malam harinya. Gunung Merapi yang terletak di Daerah Istimewa Jogjakarta itu merupakan salah satu gunung berapi teraktiv di Dunia. Gunung yang pernah meluncurkan Awan Panas atau yang lebih dikenal oleh warga sekitar dengan Wedus Gembel pada 2006 silam. Malam itu kembali meletus dan mengakibatkan dua dusun, Desa Umbul Harjo dan Desa xxx Harjo"dont know the real name of the place, gunung merapi penuh dengan debu vulkanik, dan menghilangkan puluhan nyawa, ratusan warga luka bakar, dan ribuan orang kehilangan harta benda dan ternak mereka. Dan meninggalnya satu nyawa orang yang sangat mengabdi dan menganggap gunung tersebut sebagai sahabatnya. Mbah Maridjan, pria yang terkenal sejak menolak untuk diungsikan baik oleh RI 1 dan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X. Itu menutup usia pada bencana itu, Wedus Gembel menutup perjalanannya sebagai seorang Juru Kunci Gunung Merapi atau seseorang yang dipercaya oleh Keraton Jogjakarta,” Kerajaan yang masih bertahan hingga saat ini di Indonesia” Untuk menjaga Gunung yang sangat diagungkan di Jogjakarta itu. Mbah Maridjhan benar-benar seorang abdi yang mengabdi pada apa yang sudah menjadi tugas-nya. Menjaga Gunung Merapi. Ia, tidak takut pada Apapun kecuali Gusti Allah, dan seperti ucapannya sewaktu tahun 2006, ia hanya akan menurut jika diperintah oleh Keraton dan Rajanya ” Mbah Maridjhan dinobatkan menjadi seorang juru kunci Merapi oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX” dan ia tidak pernah merasa bahwa Gunung yang telah ia jaga sejak tahun 1982 itu sebagai pembawa bencana karena bagi ia Merapi merupakan sahabat yang tertidur dan saat ini sedang terbangun.
Dan sekarang 22 gunung berapi di Indonesia sedang dalam status waspada...belum lagi bantuan bagi warga mentawai yang belum kunjung tiba secara adil dan merata karena daerah yang sulit untuk dijangkau.
Jangan menangis Indonesia ku…kita pasti bisa melewati ini lagi.
Seperti dahulu kita kembali tegar setelah bencana Tsunami di Nangroe Aceh Darussalam, dan berbagai bencana lainnya.
Kita sedang diuji, bagaimana kita bisa kembali bersatu untuk membangun Negeri kita tercinta ini.
Membangun kembali apa yang telah dihancurkan baik yang diakibatkan oleh manusia
atau TUHAN yang menakdirkan.
Kita sedang diuji untuk kembali pada satu-satunya pegangan kita, yaitu TUHAN.
Jangan bersedih Indonesia ku...
Kita bisa kehilangan harta benda kita, kampung halaman kita, bahkan nyawa seseorang yang kita cintai.
Namun kita tidak akan kehilang kepercayaan kita pada TUHAN dan jati diri kita sebagai Bangsa Indonesia.
Kita tangguh...kita Mampu...dan Kita BISA
Kita tangguh dalam menghadapi semua yang terjadi di negara ini, baik perpecahan dan bencana.
Kita mampu membangun kembali negara ini dengan diri kita, dengan jiwa raga Indonesia, dengan persatuan diatas segala perbedaan.
Dan Kita Bisa, bisa melewati semuanya dengan uluran tangan dan senyuman untuk saudara-saudara kita.
Senin, 25 Oktober 2010, Ibu Kota Negara Republik Indonesia diterpa bencana Banjir dimana-mana. Jalanan Ibu Kota lumpuh total akibat kemacetan yang terjadi hampir di seluruh jalan protokol. Seperti Sudirman, Kuningan , Gatot Subroto, Senopati, Mampang, dan masih banyak lagi. Hal tersebut terjadi di karenakan hujan yang mengguyur kota Jakarta sejak siang harinya, membuat beberapa titik di Ibukota Banjir. Hal tersebut membuat warga kota Jakarta menjadi berang dengan keadaan kota Megapolitan ini. Banyak warga yang baru sampai rumah hingga larut malam, bahkan sudah masuk hari berikutnya ”like my mom, she’s already at home at 00.23.” Dan memang dasar orang-orang entah alas an kecapean atau rumah kebanjiran bahkan macetnya Jakarta pun bisa dijadikan alas an untuk pada esok harinya telat dating ke kantor bahkan sampai tidak masuk kantor.
And pada esok Harinya, Indonesia kembali tertimpa musibah. Pada sore hari waktu Indonesia bagian Barat bencana kembali menimpa daerah Sumatera, tepatnya Pulau Mentawai, Sumatera Barat. Sore itu, Pulau mentawai tertimpa musibah Tsunami. Seperti yang telah di umumkan oleh BMKG bahwa daerah Menatawai akan terjadi bencana Tsunami. Namun, tetap saja banyak korban jiwa akibat bencana itu. Belum lagi mereka pulih dari trauma akibat gempa yang terjadi tahun lalu, sekarang mereka harus kembali mengalami musibah yang sangat dahsyat. Ratusan nyawa melayang, ratusan orang hilang dan masih belum diketahui keberadaanya, rumah mereka porak poranda di hantam ombak setinggi +- 3 meter, dan ribuang nyawa kehilangan segalanya. hilangnya barang berharga dapat diganti namun hilangnya nyawa semakin membuat hati mereka terpuruk, anak-anak kehilangan sekolah mereka untuk belajar, kehilangan senyum dan tawa mereka akibat bencana, para orang dewasa kehilangan semangat mereka untuk pulih, kehilangan harta benda yang mereka kumpulkan dari jerih payah mereka sejak gempa dahulu, dan sekarang kesedihan kembali menerpa mereka.
Belum hilang syok Indonesia dengan kejadian Air yang melipah di dua tempat kurang dari satu hari. Indonesia kembali berduka dengan Meletusnya gunung MERAPI, Malam harinya. Gunung Merapi yang terletak di Daerah Istimewa Jogjakarta itu merupakan salah satu gunung berapi teraktiv di Dunia. Gunung yang pernah meluncurkan Awan Panas atau yang lebih dikenal oleh warga sekitar dengan Wedus Gembel pada 2006 silam. Malam itu kembali meletus dan mengakibatkan dua dusun, Desa Umbul Harjo dan Desa xxx Harjo"dont know the real name of the place, gunung merapi penuh dengan debu vulkanik, dan menghilangkan puluhan nyawa, ratusan warga luka bakar, dan ribuan orang kehilangan harta benda dan ternak mereka. Dan meninggalnya satu nyawa orang yang sangat mengabdi dan menganggap gunung tersebut sebagai sahabatnya. Mbah Maridjan, pria yang terkenal sejak menolak untuk diungsikan baik oleh RI 1 dan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X. Itu menutup usia pada bencana itu, Wedus Gembel menutup perjalanannya sebagai seorang Juru Kunci Gunung Merapi atau seseorang yang dipercaya oleh Keraton Jogjakarta,” Kerajaan yang masih bertahan hingga saat ini di Indonesia” Untuk menjaga Gunung yang sangat diagungkan di Jogjakarta itu. Mbah Maridjhan benar-benar seorang abdi yang mengabdi pada apa yang sudah menjadi tugas-nya. Menjaga Gunung Merapi. Ia, tidak takut pada Apapun kecuali Gusti Allah, dan seperti ucapannya sewaktu tahun 2006, ia hanya akan menurut jika diperintah oleh Keraton dan Rajanya ” Mbah Maridjhan dinobatkan menjadi seorang juru kunci Merapi oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX” dan ia tidak pernah merasa bahwa Gunung yang telah ia jaga sejak tahun 1982 itu sebagai pembawa bencana karena bagi ia Merapi merupakan sahabat yang tertidur dan saat ini sedang terbangun.
Dan sekarang 22 gunung berapi di Indonesia sedang dalam status waspada...belum lagi bantuan bagi warga mentawai yang belum kunjung tiba secara adil dan merata karena daerah yang sulit untuk dijangkau.
Jangan menangis Indonesia ku…kita pasti bisa melewati ini lagi.
Seperti dahulu kita kembali tegar setelah bencana Tsunami di Nangroe Aceh Darussalam, dan berbagai bencana lainnya.
Kita sedang diuji, bagaimana kita bisa kembali bersatu untuk membangun Negeri kita tercinta ini.
Membangun kembali apa yang telah dihancurkan baik yang diakibatkan oleh manusia
atau TUHAN yang menakdirkan.
Kita sedang diuji untuk kembali pada satu-satunya pegangan kita, yaitu TUHAN.
Jangan bersedih Indonesia ku...
Kita bisa kehilangan harta benda kita, kampung halaman kita, bahkan nyawa seseorang yang kita cintai.
Namun kita tidak akan kehilang kepercayaan kita pada TUHAN dan jati diri kita sebagai Bangsa Indonesia.
Kita tangguh...kita Mampu...dan Kita BISA
Kita tangguh dalam menghadapi semua yang terjadi di negara ini, baik perpecahan dan bencana.
Kita mampu membangun kembali negara ini dengan diri kita, dengan jiwa raga Indonesia, dengan persatuan diatas segala perbedaan.
Dan Kita Bisa, bisa melewati semuanya dengan uluran tangan dan senyuman untuk saudara-saudara kita.
Rabu, 03 November 2010
GOODBYE MY FRIEND...
Minggu, 31 Oktober 2010. Telah berpulang teman ku RATU INDRI MUKLISA di usia 22 thn.
Ratu atau Kaka biasa gue panggil, dia itu teman gue dari kecil karena rumah kita yang berdekatan "Tetanggaan". Dari kecil jaman belom sekolah, yang namanya keluar rumah cman pake "Sorry" kaus dalem+celana dalem juga..trus TK walaupun beda sekolah tapi kita satu anter jemput sampai SMP. Ratu adalah cewek yang baik, cantik dan kaka yg baik. KArena gue deket juga sama adek semata wayang nya, Farhan as known as Aan.Pagi-pagi, gue bangun karena denger suara tangisan nyokap yang baru balik dari warung. otomatis-lah gue nanya kenapa, dan pas itulah nyokap bilang kalau Ratu sudah ngga ada. At that time, sumpah gue ga percaya sama sekali...karena gue belom ngeliat jenazahnya. Gue tau dia sakit Gagal Ginjal, yang katanya terlalu banyak mengkonsumsi minuman bersoda dan makanan2 yang ga sehat "nah, aware deh sekarang ma begituan....". Tapi gue tetep ga percaya sebelum gue liat jenazahnya. titik thats what i want to see, when i hear that. gue udah liat rumahnya dia dipasang tenda, bendera kuning pun juga udah kepasang, banyak orang dateng dengan isak tangis. but im still want to see her body first. sampai akhirnya, ambulance yang ngebawa jenazah teman gue tercinta ini dateng...Almarhumah meninggal di sukabumi setelah menjalani pengobatan alternatif, segala sesuatu telah di tuliskan oleh ALLAH SWT. Gue ga bisa lagi ga percaya, tappi gue juga ngga boleh nangis. karena adek gue, Aan, yang nemenin ratu ke sukabumi tiba dirumah duka lebih cepat. Gue sebagai kakak-nya harus menjaga Aan, yang sedih banget menyaksikan Kakak seibunya meninggal dan mendengar raungan sirine sepanjang perjalanan dari Salabintana, Sukabumi sampai rumah.
Gue masih mencoba menahan tangisan gue, sampai akhirnya air mata ini sudah ngga bisa lagi ditahan saat gue membacakan surat yasin disamping jenazahnya. Tubuh tanpa nyawa teman sepermainan dari kecil hingga dewasa, teman berantem, berebut mainan, sampai sharing soal cowok. Gue jadi keinget sewaktu dulu kita bersama dan gue ngga bisa nahan air mata lagi...dan gue cuman bisa berdoa sama tuhan. semoga dia diterima disisi tuhan, dan segala dosanya dihapuskan. karena gue sayang sama Ratu. Walaupun nyokapnya berusaha untuk tegar, gue yakin hatinya sangat teriris melihat kepergian putri satu-satunya pergi. Tante Ida "Nyokap-nya Almarhumah" cerita sebulan ini, dia mengabulkan semua permintaan almarhumah, mulai dari beli baju baru, sepatu baru, tas baru, perlengkapan make-up terbaru, handphone baru, dan juga pacar baru. everything was new is, become the last for her. Mungkin itu yang membuat Ratu bahagia saat kepergiannya. mata-nya terpejam seperti orang tidur, pokoknya almarhum sangat cantik hari itu. Kaka kamu cantik sekali, semoga kamu beristirahat dengan tenang disana.
Disetiap pertemuan pasti akan ada perpisahan. Rasa bahagia yang kita dapati saat pertemuan itu pasti akan terganti dengan rasa sedih dan kehilangan. namun, sebagai manusia kita hanya bisa belajar memahami dari segala rasa itu.
Kehilangan seorang teman itu ngga enak, apalagi kalau ditinggal untuk selamanya. Tapi kembali lagi yang namanya jodoh, rezeki, umur, itu semua ditangan Tuhan. Gue harus bisa mengiklaskan dan meridhoi kepergian Almarhummah Ratu untuk selamanya. And at that time when i saw her body, i know GOD more love her than us. I Let my friend rest in peace.
WE LOVE YOU RATU...
Ratu atau Kaka biasa gue panggil, dia itu teman gue dari kecil karena rumah kita yang berdekatan "Tetanggaan". Dari kecil jaman belom sekolah, yang namanya keluar rumah cman pake "Sorry" kaus dalem+celana dalem juga..trus TK walaupun beda sekolah tapi kita satu anter jemput sampai SMP. Ratu adalah cewek yang baik, cantik dan kaka yg baik. KArena gue deket juga sama adek semata wayang nya, Farhan as known as Aan.Pagi-pagi, gue bangun karena denger suara tangisan nyokap yang baru balik dari warung. otomatis-lah gue nanya kenapa, dan pas itulah nyokap bilang kalau Ratu sudah ngga ada. At that time, sumpah gue ga percaya sama sekali...karena gue belom ngeliat jenazahnya. Gue tau dia sakit Gagal Ginjal, yang katanya terlalu banyak mengkonsumsi minuman bersoda dan makanan2 yang ga sehat "nah, aware deh sekarang ma begituan....". Tapi gue tetep ga percaya sebelum gue liat jenazahnya. titik thats what i want to see, when i hear that. gue udah liat rumahnya dia dipasang tenda, bendera kuning pun juga udah kepasang, banyak orang dateng dengan isak tangis. but im still want to see her body first. sampai akhirnya, ambulance yang ngebawa jenazah teman gue tercinta ini dateng...Almarhumah meninggal di sukabumi setelah menjalani pengobatan alternatif, segala sesuatu telah di tuliskan oleh ALLAH SWT. Gue ga bisa lagi ga percaya, tappi gue juga ngga boleh nangis. karena adek gue, Aan, yang nemenin ratu ke sukabumi tiba dirumah duka lebih cepat. Gue sebagai kakak-nya harus menjaga Aan, yang sedih banget menyaksikan Kakak seibunya meninggal dan mendengar raungan sirine sepanjang perjalanan dari Salabintana, Sukabumi sampai rumah.
Gue masih mencoba menahan tangisan gue, sampai akhirnya air mata ini sudah ngga bisa lagi ditahan saat gue membacakan surat yasin disamping jenazahnya. Tubuh tanpa nyawa teman sepermainan dari kecil hingga dewasa, teman berantem, berebut mainan, sampai sharing soal cowok. Gue jadi keinget sewaktu dulu kita bersama dan gue ngga bisa nahan air mata lagi...dan gue cuman bisa berdoa sama tuhan. semoga dia diterima disisi tuhan, dan segala dosanya dihapuskan. karena gue sayang sama Ratu. Walaupun nyokapnya berusaha untuk tegar, gue yakin hatinya sangat teriris melihat kepergian putri satu-satunya pergi. Tante Ida "Nyokap-nya Almarhumah" cerita sebulan ini, dia mengabulkan semua permintaan almarhumah, mulai dari beli baju baru, sepatu baru, tas baru, perlengkapan make-up terbaru, handphone baru, dan juga pacar baru. everything was new is, become the last for her. Mungkin itu yang membuat Ratu bahagia saat kepergiannya. mata-nya terpejam seperti orang tidur, pokoknya almarhum sangat cantik hari itu. Kaka kamu cantik sekali, semoga kamu beristirahat dengan tenang disana.
Disetiap pertemuan pasti akan ada perpisahan. Rasa bahagia yang kita dapati saat pertemuan itu pasti akan terganti dengan rasa sedih dan kehilangan. namun, sebagai manusia kita hanya bisa belajar memahami dari segala rasa itu.
Kehilangan seorang teman itu ngga enak, apalagi kalau ditinggal untuk selamanya. Tapi kembali lagi yang namanya jodoh, rezeki, umur, itu semua ditangan Tuhan. Gue harus bisa mengiklaskan dan meridhoi kepergian Almarhummah Ratu untuk selamanya. And at that time when i saw her body, i know GOD more love her than us. I Let my friend rest in peace.
![]() |
| (Alm Ratu Indri Mukhlisa) |
![]() |
| Last picture of her, with her cousin Widya, her boyfriend Gusti (beside her), and her friend fahmi(down) @salabintana |
WE LOVE YOU RATU...
Langganan:
Komentar (Atom)

