RUMAH GADANG
Rumah Gadang ini di bangun
Oleh Ibu Bapak kita
Oleh Nenek gaek kita
Oleh Inyik Katiek dan Sofyan Yahya, mamak kita
Belum tentu
Kita sanggup menggantinya...
Rumah Gadang ini
Hasil Keringat mereka
Hasil susah payah mereka
Hasil musyawarah mereka
Buah kebersamaan mereka...
Belum tentu
Kita sanggup menirunya...
Rumah gadang ini tidak bertiang
beruang lapang.
Mengandung arti
"Duduk sama Rendah, Tegak sama Tinggi"
Terpulang pada kita
akan dipelihara atau dibiar rapuh
tiada arti tiada makna
H. Wim Angku Bandaro
this poem was made by my uncle, Adang Wim Angku Bandaro.
Rumah Gadang atau Rumah Godang adalah nama untuk rumah adat Minangkabau yang merupakan rumah tradisional dan banyak di jumpai di provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Rumah ini juga disebut dengan nama lain oleh masyarakat setempat dengan nama Rumah Bagonjong atau ada juga yang menyebut dengan nama Rumah Baanjung[1].
Rumah dengan model ini juga banyak dijumpai di Negeri Sembilan, Malaysia. Namun demikian tidak semua kawasan di Minangkabau (darek) yang boleh didirikan rumah adat ini, hanya pada kawasan yang sudah memiliki status sebagai nagari saja Rumah Gadang ini boleh didirikan. Begitu juga pada kawasan yang disebut dengan rantau, rumah adat ini juga dahulunya tidak ada yang didirikan oleh para perantau Minangkabau.
dikampung halaman gue, desa BATAGAK, Ngarari BATAGAK, kec. BANUHAMPU SUNGAI PUAR, disanalah rumah gadang kami berdiri tagak...dihuni oleh kami keluarga gucci dan seluruh keluarga besar kami. saat ini dijaga oleh satu-satu nya nenek yang kami punya, Nek ucu (its mean, nenek bungsu, karena beliau anak perempuan yang paling kecil dikeluarga besar kami).
udara di kampung batagak ku masih bersih, di antara 2 gunung berapi, yaitu Gunung marapi dan gunung singgalang. BATAGAK sendiri memiliki cerita (cerita yang dulu pernah diceritakan oleh nenek ku Hj. Dahniar Yahya or aka Nenek Bong) nenek pernah bercerita mengenai kampung halamanku di batagak. Batagak itu berarti batu yang berdiri tegak. pada jaman dahulu kala (entah kapan) pada saat salah satu gunung berapi (between marapi or singgalang) meletus, dan batu-batuan terlempar hingga ke tanah kami. dan disana (tersembunyi di suatu tempat) ada sebuah batu yang tertanam di tanah kami, tidak ada sanggahan satu pun yang membuat batu itu berdiri dengan tegak. sehingga orang-orang pendhulu kami menyebutnya BATAGAK. dan konon ceritanya, setiap ada berita duka mengenai warga keturunan asli BATAGAK meninggal dunia, batu tersebut akan mengeluarkan dengungan yang mengartikan diri desa BATAGAK bersedih dengan kepulangan penghuninya.
itu cerita yang pernah nenekku ceritakan, until now i still dunno its true or not. but for me BATAGAK is still a history and a fairytale and also my HOME.
Minggu, 22 Mei 2011
Rabu, 11 Mei 2011
PART OF MY LIFE : Special Olympics Indonesia
Well...i will tell you about Special Olympics Indonesia as known as SOIna.
dimana gue sudah "menenggelamkan" diri di dalam organisasi yang umurnya hanya terpaut satu tahun dari gue...(older me than SOIna)..
So, i will start it from, HOW...(kt start dr 1H dulu bru ke 5W :D )
How can i involved into SOIna, its because my last exam...gue adalah lulusan d3 dari Akademi Komunikasi Bina Sarana Informatika dan mengambil jurusan depok untuk mampir ke kelas Broadcasting *apaan sih ??@@@*!&!
Nah, bagi mahasiswa-mahasiswi tingkat akhir AKOM-Broadcasting kita wajib mengambil Tugas Akhir yaitu buat pilem (Drama, Non Drama such as News and Documentary). akhirnya gue dan beberapa teman2 semasa perjuangan di BROWNIS (broadcasting Wolter Monginsidi--i'll tell about it later)yaitu Norma Purnama SAri, Bayu Destian Susilo, Dimas Aditia dan Erick Armada, menjadi satu kelompok yang kita beri nama sesuai dengan almamater kita yang lama yaitu BROWNIS. NAh, kelompok gue ini mengambil keputusan untuk membuat film dokumenter untuk Tugas Akhir kita. Pada mulanya ada beberapa pilihan, mulai dari kita mau mengangkat isu komunitas China Benteng, Budaya Nasional sampai curahan hati para satpol PP. Dan akhirnya setelah kita observasi sana-sini, dateng kesana-kesini, muter-muter nyari bahan...bawa2 kue kesana-kesini...menjelajah di dunia maya...akhirnya ketemu lah ide menarik yaitu DOWN SYNDROME. (insya allah ada pembahasanny next yah...)
Cerita berlanjut setelah kami menemukan tema Down Syndrome ini, dari sini kita sdh start untuk pertama yaitu browsing di internet, dtg kesana-kesini, telpon2nan mpe akhirnya om dim si om campers ini punya link yang menghubungkan kami ke anak-anak special dengan kemampuan special. Saat kita datang ke Velodrome, Rawamangun dimana anak-anak special ini selalu berlatih olahraga setiap sabtu pagi. Para pelatih, volunteer, orang tua, dan terutama atlet-atlet SOIna sangat welcome dan senang dengan kehadiran kami. Thats why, im so in love with them...:D
dari situ mulai lah gue dan teman-teman di Brwonis mulai mengenal apa itu anak berkebutuhan khusus, Tunagrahita (person with intelectual disabilities), down syndrome, autism, ADHD, and many moree. i found so many person here...all the coachs and volunteer, parents, GREAT CHILDREN ever.
Gue terlibat di SOIna sebagai coach buat anak-anak yang usianya dibawah 7 tahun atau di Special Olympics dikenal dengan Young Athlete isn't hard..just teach them how to throw the ball, jumping, walking, steps, hitting ball, take something, recognize colors and numbers,and many mooreeee...and i called it play together..:D
Dan sometimes kalau ada kegiatan gue akan bersedia menjadi tim dokumentasi dan dengan senang hati mengajak teman2 untuk join di SOIna. pertama kalinya gue jadi volunteer untuk dokumentasi yaitu pada kegiatan 5 a Side Soccer Games yang diadakan oleh SOIna berkerjasama dengan PT. Mattel Indonesia, dikegiatan ini gue ketemu temen-temen volunteer (one of them si Anggae dan mas firman yang kecemplung di Redaksi SOIna), trus ada syira, dede, siska, sasa, budi, hesti, andra, evi, william, edo, Handy, kak yayuk, dan masih banyak lagi...dan selain volunteer produk lokal ada juga produk import yaitu AG. SAno, Mr. Norman, Mr Abner (from Philiphina) and Immaculata (from East Timor). Dan yang pastinya anak-anak HEBAT lainnya dari Philipina dan Timor Leste. Trus pengalaman menarik kedua adalah di PORNAS 2010 kemarin, disitu lebih seru lebih banyak temen...ada naena, mas bayu, mas kirli, mas trias, mas apip, mas uri, dan mas-mas lainnya..hehehehee....pokoknya setiap kegiatan yang gue jalanin di SOIna adalah hal yang super duper bermakna dalam hidup gue.
Thats why, buat gue SOIna sudah menjadi bagian dalam hidup gue...PART OF MY LIFE...dimana melalui SOIna gue belajar untuk menghargai hidup, belajar bukan hanya menerima keadaan namun mengusahakan yang terbaik, belajar menikmati syukur tuhan atas hidup ini, belajar menjadi sosok yang special, dan belajar mencintai tanpa pamrih...karena itu semua lah apa yang anak-anak special ini ajarkan padaku...kehidupan mereka tidak berbeda dengan anak-anak lain, mereka datang dengan kegembiraan, mereka mencintai tanpa pamrih, menghormati dengan tulus dan yang terpenting mereka adalah JUARA dari DIRI mereka sendiri.
Go GO SOIna...
SOIna JAYA...Indonesia LUAR BIASA...
Here they are the pic...huhuh
BROWNIS TEAM
here SOIna...
dimana gue sudah "menenggelamkan" diri di dalam organisasi yang umurnya hanya terpaut satu tahun dari gue...(older me than SOIna)..
So, i will start it from, HOW...(kt start dr 1H dulu bru ke 5W :D )
How can i involved into SOIna, its because my last exam...gue adalah lulusan d3 dari Akademi Komunikasi Bina Sarana Informatika dan mengambil jurusan depok untuk mampir ke kelas Broadcasting *apaan sih ??@@@*!&!
Nah, bagi mahasiswa-mahasiswi tingkat akhir AKOM-Broadcasting kita wajib mengambil Tugas Akhir yaitu buat pilem (Drama, Non Drama such as News and Documentary). akhirnya gue dan beberapa teman2 semasa perjuangan di BROWNIS (broadcasting Wolter Monginsidi--i'll tell about it later)yaitu Norma Purnama SAri, Bayu Destian Susilo, Dimas Aditia dan Erick Armada, menjadi satu kelompok yang kita beri nama sesuai dengan almamater kita yang lama yaitu BROWNIS. NAh, kelompok gue ini mengambil keputusan untuk membuat film dokumenter untuk Tugas Akhir kita. Pada mulanya ada beberapa pilihan, mulai dari kita mau mengangkat isu komunitas China Benteng, Budaya Nasional sampai curahan hati para satpol PP. Dan akhirnya setelah kita observasi sana-sini, dateng kesana-kesini, muter-muter nyari bahan...bawa2 kue kesana-kesini...menjelajah di dunia maya...akhirnya ketemu lah ide menarik yaitu DOWN SYNDROME. (insya allah ada pembahasanny next yah...)
Cerita berlanjut setelah kami menemukan tema Down Syndrome ini, dari sini kita sdh start untuk pertama yaitu browsing di internet, dtg kesana-kesini, telpon2nan mpe akhirnya om dim si om campers ini punya link yang menghubungkan kami ke anak-anak special dengan kemampuan special. Saat kita datang ke Velodrome, Rawamangun dimana anak-anak special ini selalu berlatih olahraga setiap sabtu pagi. Para pelatih, volunteer, orang tua, dan terutama atlet-atlet SOIna sangat welcome dan senang dengan kehadiran kami. Thats why, im so in love with them...:D
dari situ mulai lah gue dan teman-teman di Brwonis mulai mengenal apa itu anak berkebutuhan khusus, Tunagrahita (person with intelectual disabilities), down syndrome, autism, ADHD, and many moree. i found so many person here...all the coachs and volunteer, parents, GREAT CHILDREN ever.
Gue terlibat di SOIna sebagai coach buat anak-anak yang usianya dibawah 7 tahun atau di Special Olympics dikenal dengan Young Athlete isn't hard..just teach them how to throw the ball, jumping, walking, steps, hitting ball, take something, recognize colors and numbers,and many mooreeee...and i called it play together..:D
Dan sometimes kalau ada kegiatan gue akan bersedia menjadi tim dokumentasi dan dengan senang hati mengajak teman2 untuk join di SOIna. pertama kalinya gue jadi volunteer untuk dokumentasi yaitu pada kegiatan 5 a Side Soccer Games yang diadakan oleh SOIna berkerjasama dengan PT. Mattel Indonesia, dikegiatan ini gue ketemu temen-temen volunteer (one of them si Anggae dan mas firman yang kecemplung di Redaksi SOIna), trus ada syira, dede, siska, sasa, budi, hesti, andra, evi, william, edo, Handy, kak yayuk, dan masih banyak lagi...dan selain volunteer produk lokal ada juga produk import yaitu AG. SAno, Mr. Norman, Mr Abner (from Philiphina) and Immaculata (from East Timor). Dan yang pastinya anak-anak HEBAT lainnya dari Philipina dan Timor Leste. Trus pengalaman menarik kedua adalah di PORNAS 2010 kemarin, disitu lebih seru lebih banyak temen...ada naena, mas bayu, mas kirli, mas trias, mas apip, mas uri, dan mas-mas lainnya..hehehehee....pokoknya setiap kegiatan yang gue jalanin di SOIna adalah hal yang super duper bermakna dalam hidup gue.
Thats why, buat gue SOIna sudah menjadi bagian dalam hidup gue...PART OF MY LIFE...dimana melalui SOIna gue belajar untuk menghargai hidup, belajar bukan hanya menerima keadaan namun mengusahakan yang terbaik, belajar menikmati syukur tuhan atas hidup ini, belajar menjadi sosok yang special, dan belajar mencintai tanpa pamrih...karena itu semua lah apa yang anak-anak special ini ajarkan padaku...kehidupan mereka tidak berbeda dengan anak-anak lain, mereka datang dengan kegembiraan, mereka mencintai tanpa pamrih, menghormati dengan tulus dan yang terpenting mereka adalah JUARA dari DIRI mereka sendiri.
Go GO SOIna...
SOIna JAYA...Indonesia LUAR BIASA...
Here they are the pic...huhuh
BROWNIS TEAM
here SOIna...
Langganan:
Komentar (Atom)





